Penerbit Global Press

Pergeseran Arah Kiblat di Nusantara

$8

Author: Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari

Type: Paperback

Pages: 100


Masalah kiblat sangat urgen bagi umat Islam, karena berkaitan dengan ibadah salat fardhu, salah satu rukun Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt., “Dan darimana saja kamu keluar (datang) maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kamu semua berada maka palingkanlah wajahmu ke arahnya.” (QS. Al-Baqarah : 150).


Bagi yang dekat dengan Baitullah (Ka’bah), maka para ulama sepakat, saat menjalankan shalat fardhu wajib untuk menghadap ‘ainul ka’bah, bangunan Ka’bah. Namun, bagi yang jaraknya jauh, seperti di luar Makkah atau di luar Jazirah Arab, seperti Indonesia, maka para ulama berbeda pendapat, ada yang wajib ‘ainul ka’bah atau cukup jihatu al-ka’bah? Dari sini pemikiran Syaikh Arsyad al-Banjari nampak. Ia tidak segan-segan mengkritik ulama Nusantara yang dalilnya lemah dalam masalah menghadap kiblat.

Syaikh Arsyad al-Banjari bukanlah ulama pertama yang berpolemik masalah kiblat di Nusantara. Sebelumnya, ada Syaikh Shonhaji (murid Sunan Ampel) yang berpolemik dengan para santri Sunan Ampel masalah arah kiblat Masjid Agung Sunan Ampel. Setelah al-Banjari, ada Syaikh Nawawi al-Bantani dan Sayyid Utsman al-Batawi, dan seterusnya, hingga abad 20 Masehi masih hangat diperbincangkan karena kejadiannya berulang-ulang. Selamat membaca….!?

You may also like

Recently viewed